Membangun Keistiqomahan
Pada hari yang ketiga kuliah subuh di Masjid Kyai Haji Ahmad Dahlan tanggal 3 Maret 2025 bertepatan dengan tanggal 3 Romadhon 1446 Hijriyah Farid Wajdy S.Ag M.Pd.I menyampaikan materi tausiyah subuhnya terkait dengan mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadan ini mulai awal hingga akhir. Membangun keistiqomahan, keajegan dan konsistensi dalam beribadah tidaklah mudah, banyak tantangan yang dihadapi. Dalam Islam seorang mukmin dalam ibadahnya selalu didasari oleh dua hal yaitu Roja dan khauf. Roja dalam artian setiap Mukmin berharap agar amal ibadahnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan khauf adalah rasa takut dan khawatir jangan sampai ibadah di bulan Ramadan tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Menyitir apa yang disampaikan oleh Ustaz Doktor Adi Hidayat tentang bagaimana mempertahankan pahala puasa, jika pada umumnya kita sanggup mempertahankan agar puasa kita tidak batal adalah hal yang mudah, namun bagaimana pahala puasa kita tetap 100%, itu hal yang tidak mudah. Banyak sekali tantangan, hambatan dan rintangan yang dihadapi selama seorang mukmin itu berpuasa. Mampu tidak menjaga indrawinya, lisannya, penglihatannya, pendengarannya bahkan perasaan dalam hatinya, jangan sampai mereduksi pahala puasa. Untuk itu kita bisa mengambil pelajaran dari firman Allah dalam Surat Ali Imron ayat 142 yang artinya apakah kamu mengira kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar. Konsep berjihad, bersungguh-sungguh dalam puasa kita. Apakah kita mampu mengisi hari-hari di bulan Ramadan itu dengan kesungguhan dalam beribadah dan semua itu bisa terlaksana apabila orang-orang yang ingin bersungguh-sungguh dalam ibadahnya mendasarinya dengan perasaan sabar