Pengenalan Sikap dan Budaya Kerja
Pengertian Sikap
Sikap menjadi perilaku, perilaku menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter, jadi dasarnya, sikap bukan bawaan diri sejak lahir, namun berupa hasil interaksi antara individu dengan lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan suatu yang dinamis.
Sikap juga bisa dinyatakan sebagai hasil belajar karena dapat mengalami perubahan. Perubahan ini bisa disebabkan karena pengaruh kondisi maupun keadaan dari pembelajaran sosial.
Selain itu, sikap juga dapat terlihat eksplisit dan implisit, dimana eksplisit adalah perilaku yang terpengaruh dengan kepercayaan diri. Sedangkan implisit yaitu sikap yang tidak disadari namun berefek pada keyakinan dan perilaku.
Pengertian Perilaku
Perilaku menurut psikologi merupakan sebuah tindakan dari seseorang yang memiliki bentangan sangat luas. Perilaku ini meliputi berjalan, berbicara, menangis, bekerja, kuliah, menulis, membaca dan lain sebagainya.
Selain itu, perilaku juga berhubungan dengan kegiatan dan aktivitas. Aktivitas ini baik dari yang diamati langsung atau tidak dapat dilihat oleh pihak luar.
Sikap juga dalam bentuk respon serta tindakan yang nyata akan segala sesuatunya. Menurut psikologi, perilaku adalah reaksi atau respon seseorang terhadap rangsangan atau stimulus dari luar.
Maka dari itu, perilaku dapat terjadi melalui proses stimulus terhadap organisme. Kemudian organisme tersebut memberikan respon untuk mewujudkan suatu perilaku.

Perbedaan Sikap dan Perilaku secara Psikologi
Berdasarkan psikologi, sikap dan perilaku adalah dua hal yang berbeda, seperti berikut ini perbedaannya:
· Sikap hanya sebuah pandangan saja, sedangkan perilaku terlihat sangat jelas.
· Sikap hanya berupa awalan dan perilaku secara psikologi adalah akibat.
Perbedaan sikap dan perilaku dalam psikologi sosial memang sangat beragam baik dari segi arti dan lainnya. Setiap orang sudah seharusnya mengetahui perbedaan kedua hal sesuai penjelasan tersebut.
Di dalam psikologi sosial, sikap dan perilaku dipandang saling terkait. Namun, penting untuk diingat bahwa sikap dan perilaku bukanlah hal yang sama. Sikap adalah perasaan yang terbentuk sebelumnya terhadap orang, tempat, atau benda. Sikap berbeda dari keyakinan, tetapi keyakinan dapat memengaruhi sikap kita. Perilaku adalah tindakan sebagai respons terhadap rangsangan. Ini termasuk tindakan yang dapat diamati, proses mental yang tidak dapat diamati, dan proses yang tidak disadari.
“Nasi Padang benar benar enakk.” Ini adalah contoh positif sikap terhadap Nasi Padang yang melibatkan perasaan senang atau kecenderungan positif terhadap Nasi Padang. Sikap ini kemungkinan besar akan mengarah pada perilaku Makan Nasi Padang dengan lahap.
Fungsi Sikap

Sikap membantu kita menavigasi dunia di sekitar kita. Kita tumbuh sedang belajar dan menyerap sikap-sikap yang dimiliki oleh pengasuh kita, dan kita mulai mengembangkan sikap-sikap kita sendiri tentang dunia seiring dengan pertumbuhan kita. Fungsi-fungsi sikap berkaitan dengan bagaimana sikap-sikap kita membantu kita memahami dunia. Beberapa fungsi ini adalah
1. Fungsi Pengetahuan / Informasi.
Inilah peran sikap dalam kemampuan kita untuk memperoleh dan menginterpretasikan informasi baru. membantu kita untuk melakukan perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku. Dengan mengamati perilaku orang lain yang baik, maka individu bisa menirunya dan melakukan perilaku yang baik juga. Sikap Anda menginformasikan bagaimana Anda menginterpretasikan informasi baru yang Anda terima tentang dunia. Memiliki sikap positif terhadap tokoh masyarakat dapat membuat Anda menginterpretasikan cerita negatif tentang mereka di berita sebagai sesuatu yang disebabkan oleh faktor situasional, bukan masalah moral. Sikap positif Anda terhadap orang tersebut akan menginformasikan bagaimana Anda menginterpretasikan informasi baru tentang mereka.
Ika sangat menyukai seorang pebasket. Ia merasa pebasket itu adalah pria yang baik. Ketika sebuah berita dirilis bahwa pebasket itu tertangkap menggunakan dopping saat pertandingan, Ika merasa bahwa hal itu mungkin terjadi karena ada yang mengatur atau karena pengaruh atau kesalahan orang lain. Sikap positif Ika terhadap pebasket itu membentuk interpretasinya terhadap berita tersebut.
2. Menjaga Harga Diri.
Inilah peran sikap dalam kemampuan kita untuk mempertahankan citra diri dan harga diri kita sendiri. Sering kali ini terlihat seperti mempertahankan penghargaan tinggi terhadap lingkungan sosial kita sendiri karena lingkungan sosial kita mencerminkan diri kita.
Sikap seorang perempuan dalam bergaul disekolah atau ditempat kerjanya adalah faktor utama akan harga dirinya.
3. Fungsi Pertahanan Diri.
Sikap berfungsi menjaga diri kita dari sesuatu yang negatif dari lingkungan sekitar
Contohnya Sikap patuh dan taat pada rambu lalu lintas, adalah salah satu faktor keselamatan berkendara, contoh lainya sikap – sikap yang diajarkan dalam Ilmu beladiri sangat mempengaruhi sesorang untuk pertahanan diri.
4. Fungsi Identitas.
Di sinilah sikap berperan dalam kemampuan kita untuk mempertahankan atau meningkatkan hubungan dan interaksi sosial. Hal ini dapat terlihat dari sikap positif atau negatif terhadap kelompok sosial atau klub tertentu. Sikap tersebut dapat berupa penampilan, makanan, atau preferensi kelompok lainnya.
Raka menyukai Ekskul Jurnalistik. Ia memiliki sikap positif terhadap segala sesuatu tentang Jurnalistik. Ia sering kali berteman dengan orang lain yang memiliki sikap yang sama dengannya.
Sikap nasionalisme kita terhadap bangsa Indonesia yang kita junjung tinggi mencerminkan identitas kita sebagai warga negara Indonesia.
Sikap seseorang siswa berkhlak mulia dan berprestasi mencerminkan siswa tersebut sebagai insan dari suatu sekolah yang unggulan.
5. Menciptakan Motivasi Kesan.
Sikap sangat penting dalam menciptakan kesan dalam suatu interkasi sosial.
Seorang ketua Osis yang bersikap berani, tegas dalam menyampaikan yang benar membuat berkesan semua orang.
Sikap siswa - siswi berkahlak mulia dan berprestasi dalam beraktivitas di lingkungan membuat kesan dan motivasi yang baik pada lingkungan itu.
6. Mengekspresikan Nilai-Nilai Inti.
Inilah peran sikap dalam cara kita mengekspresikan keyakinan atau nilai inti kita. Ini bisa terlihat seperti mengenakan simbol agama atau pakaian yang berafiliasi dengan politik karena sikap kita terhadap nilai atau keyakinan kelompok tersebut.
Joko memiliki sikap positif yang kuat terhadap calon Bupati favoritnya dalam Pemilihan mendatang. Ia memutuskan untuk membeli sebuah baliho untuk ditaruh di halaman rumahnya dan sticker untuk ditaruh di mobilnya untuk mengekspresikan sikap positifnya terhadap calon Bupati pilihannya.
Budaya Kerja

Budaya kerja dapat terbentuk dengan sendirinya karena sikap dari masing masing individu sehingga menjadi kebiasaan suatu kelompok bisa juga terbentuk sebagai upaya menjawab tantangan dan peluang dari lingkungan internal dan eksternal, dan kebanyakaan budaya kerja di perusahaan – perusahaan besar saat ini diciptakan oleh tim manajemen yang professional yang mumpuni sebagai cara meningkatkan kinerja perusahaan secara sistematis.
Budaya kerja adalah suatu falsafah didasari pandangan hidup sebagai nilai nilai penting yang menjadi sifat, kebiasaan, pedoman yang dibudayakan dalam suatu perusahaan dalam bersikap dan berperilaku.
Budaya kerja dapat terbentuk dengan sendirinya karena sikap dari masing masing individu sehingga menjadi kebiasaan suatu kelompok bisa juga terbentuk sebagai upaya menjawab tantangan dan peluang dari lingkungan internal dan eksternal, dan kebanyakaan budaya kerja di perusahaan – perusahaan besar saat ini diciptakan oleh tim manajemen yang professional yang mumpuni sebagai cara meningkatkan kinerja perusahaan secara sistematis.
Contoh Budaya Kerja BUMN Indonesia :

Dalam rangka mewujudkan peran BUMN sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, akselerator kesejahteraan sosial (social welfare), penyediaan lapangan kerja dan penyedia talenta, dibutuhkan transformasi SDM BUMN, salah satunya melalui penetapan Nilai-nilai Utama (Core Values) SDM BUMN sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan. SDM BUMN diharapkan mengetahui, mengimplementasikan, dan menginternalisasikan Nilai-nilai Utama tersebut secara sungguh-sungguh, konsisten, dan konsekuen sehingga tercermin dalam perilaku keseharian dan membentuk budaya kerja BUMN sebagaimana ditekankan dalam SE-7/MBU/07/2020 Tentang Nilai-nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.
Penerapan nilai-nilai utama (core values) ini melingkupi seluruh SDM BUMN, mulai dari Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas, Manajemen/Pegawai, dan karyawan/pekerja di lingkungan BUMN, Anak Perusahaan, serta Perusahaan Afiliasi Terkonsolidasi.

Dalam berperilaku sehari-hari, setiap pegawai kami harus berlandaskan kepada nilai-nilai, dan kode etik dan kode perilaku. Nilai-nilai dimaksud meliput nilai dasar Aparatur Sipil Negara, dan nilai kami yang terangkum dalam AKHLAK, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
![]()
Memegang Teguh Keperayaan Yang Diberikan,
Kode etik dan kode perilaku nilai amanah terdiri atas:
Melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN Kementerian BUMN sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
- Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas, keputusan, dan tindakan yang dilakukan;
- Konsisten menepati janji dan menjaga komitmen/kepercayaan dalam melaksanakan tugas dan tindakan;
- Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika dalam melaksanakan tugas dan tindakan yang dilakukan;
- Berbicara dan bertindak secara jujur dan pantas sesuai dengan fakta dan kebenaran sebagaimana ketentuan yang berlaku;
- Menyampaikan pendapat dan gagasan baik lisan, tertulis, ataupun melalui media sosial dengan cara-cara yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan, moral, dan etika;
- Memegang teguh sumpah jabatan ASN Kementerian BUMN; dan menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan.
![]()
Terus Belajar dan Mengembangkan Kapabilitas.
Kode etik dan kode perilaku nilai kompeten terdiri atas:
- Menyelesaikan tugas yang diberikan dengan kualitas terbaik;
- Berpikir kreatif untuk menyelesaikan permasalahan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, moral, dan etika yang berlaku;
- Disiplin dalam memanfaatkan waktu kerja untuk melaksanakan kegiatan yang produktif;
- Peduli dan berkomitmen membantu orang lain belajar;
- Menjadi teladan sesuai bidang keahlian yang dimiliki;
- Meningkatkan kecakapan dan kemampuan kompetensi untuk melaksanakan tugas yang diberikan; dan
- Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah.
![]()
Saling Peduli dan Menghargai Perbedaan.
Kode etik dan kode perilaku nilai hormonis terdiri atas:
- Menghormati dan menghargai setiap orang apapun latar belakangnya;
- Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif melalui sikap kooperatif dan komunikatif dengan sesama rekan kerja dalam pelaksanaan tugas;
- Tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan terjadinya konflik yang mengarah pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa;
- Saling tolong gemar menolong serta memiliki rasa peduli dan empati terhadap rekan kerja dan lingkungan masyarakat sekitar;
- Tidak memaksakan pendapat dan menghargai perbedaaan pendapat dan gagasan orang lain;
- Bersedia berbagi solusi, informasi dan/atau sesuai kewenangan untuk menyelesaikan masalah terkait dengan pekerjaan; dan
- Berperilaku dan perpenampilan sesuai dengan ketentuan dan standar etika yang berlaku.
![]()
Berdedikasi dan Mengutamakan Kepentingan Bangsa dan Negara.
Kode etik dan kode perilaku nilai loyal terdiri atas:
- Rela berkorban dan setia untuk kepentingan bangsa dan negara;
- Setia dan patuh pada institusi Kementerian BUMN sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta norma-norma yang berlaku;
- Menjaga citra, harkat, dan martabat diri sendiri, sesama rekan kerja, pimpinan, Kemeterian BUMN, bangsa dan negara; dan
- Menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas, komitmen, dan dedikasi.
![]()
Terus Berinovasi dan Antusias dalam Menggerakkan ataupun Menghadapi Perubahan.
Kode etik dan kode perilaku nilai adaptif terdiri atas:
- Senantiasa berinovasi agar cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan kerja;
- Antusias dan proaktif menyesuaikan diri dan mencari solusi terhadap setiap perubahan dan hal-hal yang baru;
- Terbuka terhadap kreativitas/gagasan/pendapat yang bernilai tambah bagi kemajuan organisasi;
- Proaktif mencari peluang melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi, informasi, dan pengetahuan baru.
![]()
Membangun Kerjasama yang Sinergis.
Kode etik dan kode perilaku nilai kolaboratif terdiri atas:
- Bekerja sama dan bersinergi dengan sesama rekan kerja, antar unit kerja, kementerian/lembaga lain, BUMN, dan/atau masyarakat sekitar;
- Pemanfaatan bersama berbagai sumber daya untuk pencapaian tujuan bersama; dan
- Terbuka dan bersedia memberikan kesempatan kepada rekan kerja dan berbagai pihak untuk memberikan kontribusi dalam rangka menciptakan dan meningkatkan nilai tambah bersama.
Contoh Budaya Kerja BRI :

BRILian (BRI dengan Lima Nilai) Ibarat benih dan tanah, benih adalah sistem yang ada di perusahaan dan tanah adalah nilai-nilai budaya kerja yang dianut. Sebagus apapun benih yang ditanam, apabila tanahnya tidak subur, maka benih tersebut tidak akan pernah tumbuh dengan baik. Begitu pula perusahaan, sistem yang sudah disusun susah payah tidak akan bisa terimplementasikan dengan baik apabila nilai-nilai budaya kerja yang dianut oleh SDM-nya tidak sesuai. Dikenal dengan nama BRILian atau BRI dengan Lima Nilai, Bank BRI menerapkan nilai-nilai perusahaan yang menjadi landasan berpikir, bertindak, serta berperilaku bagi insan pekerja yang bernaung di bawahnya.
Senantiasa berfikir, berkata dan berperilaku terpuji, menjaga kehormatan dan taat aturan.
Sikap Perilaku :
Terbuka, Jujur, dan Tulus, Patuh terhadap peraturan
Berkomitmen bekerja tuntas dan akurat dengan kemampuan terbaik dan penuh tanggung jawab.
Salah satu wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan kompetensi SDM yang dimiliki, Bank BRI mendirikan BRI Corporate University untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan pengembangan bisnis dalam rangka mendukung sasaran strategis perusahaan.
Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang salingmenguntungkan untuk tumbuh secaraberkesinambungan.
Sikap Perilaku : Melayani Lebih Dari Ekspektasi Nasabah Dengan Setulus Hati
Sebagai aset paling berharga yang dimiliki, Bank BRI terus melakukan penyempurnaan di seluruh aspek yang meliputi perencanaan, pembinaan dan pengembangan pekerja, pendidikan dan pelatihan serta kesejahteraan pekerja.
Contoh Budaya Kerja Kementrian Keuangan :

1. Satu informasi setiap hari :
Mendorong seluruh Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan (Pegawai Kementerian Keuangan) mencari informasi yang positif dan membaginya (sharing) dengan Pegawai Kementerian Keuangan lainnya untuk pengetahuan bersama.
2. Dua menit sebelum jadwal :
Melatih, membiasakan dan menumbuhkan kedisiplinan seluruh Pegawai Kementerian Keuangan dengan hadir di ruang/tempat rapat 2 (dua) menit sebelum rapat di mulai sesuai jadual, guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi rapat.
3. Tiga salam setiap hari :
Mendorong seluruh Pegawai Kementerian Keuangan terbiasa memberikan pelayanan terbaik dan bersikap sopan serta santun, dengan memberikan salam sesuai dengan waktunya, yaitu selamat pagi, selamat siang dan selamat sore.
4. Rencanakan, kerjakan, monitoring, dan tindaklanjuti (Plan-Do-Check-Action) :
Agar seluruh Pegawai Kementerian Keuangan dalam melaksanakan tugas sehari-hari menerapkan etos kerja dan prinsip manajemen/organisasi yang baik, dengan senantiasa membuat perencanaan terlebih dahulu, mengerjakan hingga tuntas, memantau dan mengevaluasi proses dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi dan melaporkan hasilnya, dan menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan
5. Ringkas, rapi, resik, rawat, rajin (5R) : Mendorong tumbuhnya kesadaran, keyakinan, dan kepedulian Pegawai Kementerian Keuangan akan pentingnya penataan ruang kantor dan dokumen kerja yang ringkas, rapi, resik/bersih melalui perawatan yang dilakukan secara rutin, agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman guna meningkatkan etos kerja dan semangat berkarya
Prinsip RINGKAS adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpan supaya dapat mudah diakses, terbukti sangat berguna bagi organisasi. Langkah melakukan RINGKAS:
- Cek-barang yang berada di area masing-masing.
- Tetapkan kategori barang-barang yang digunakan dan yang tidak digunakan.
- Beri label warna merah untuk barang yang tidak digunakan.
- Siapkan tempat untuk menyimpan/ membuang/ memusnahkan barang-barang yang tidak digunakan.
- Pindahkan barang-barang yang berlabel merah ke tempat yang telah ditentukan.
Prinsip RAPI adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu untuk memperoleh barang tersebut.Langkah melakukan RAPI:
- Rancang metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan.
- Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan disediakan.
- Beri label/ identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula.
Prinsip RESIK adalah membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang dari pimpinan tertinggi hingga pada tingkat cleaning service. Langkah melakukan RESIK:
- Penyediaan sarana kebersihan,
- Pembersihan tempat kerja,
- Peremajaan tempat kerja,
- Pelestarian RESIK.
Prinsip RAWAT adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada 3R sebelumnya dengan membakukannya (standardisasi). Langkah melakukan RAWAT:
- Tetapkan standar kebersihan, penempatan, penataan
- Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja
Prinsip RAJIN adalah terciptanya kebiasaan pegawai untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang sudah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip RAJIN di tempat kerja adalah “LAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN JANGAN MELAKUKAN APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN”